Hai Merbabu ! 3142 Mdpl


Tepat seminggu yang lalu kami melakukan perjalanan. Yak, tepatnya kami melakukan pendakian ke gunung merbabu yang telah direncanakan dari jauh-jauh hari. Jujur kami semua sangat exited dengan rencana perjalanan ke merbabu. Mungkin karena kurang beruntungnya kami di perjalananan sebelumnya. Saat ke pangrango, prau, kami tidak mendapat apa yang kami harapkan. Jadi alhasil perjalanan ke merbabu sangat kami tunggu-tunggu.

Oke, peralatan mulai kami siapkan masing-masing, ada yang menyipakan pasak tenda, menyiapkan rangka tenda yang sempat hancur waktu di prau, ada yang nyiapkan termal blanket agar tidak kedinginan. Sedangkan saya hanya menyiapkan niat dan keinginan, ditambah olahraga dan menjaga porsi makan. Tujuuannya cuman satu, agar kuat dan bisa sampai ke puncak pada hari pendakian.

Man…man…kaco man..kaco man…kayaknya aku ndak jadi ikut ini man. Yak drama dimulai di hari rabu ini, tiba-tiba tugas negara (cielah) datang untuk dilaksanakan. Mendadak bakalan ada dines keluar kota selama seminggu yang sampai hari sabtu tanggal 29 juli. Dan emang ya yang namanya leader itu kalem banget, “tenang fiz, kamu ntr ijin tanggal sekian, naik pesawat jam sekian nanti kita naik pesawat sendiri ke semarang, pokoknya jadiin fiz”. Brbb..brbb berlalu

Skip…skip…skip…

Sampailah kami berdua di semarang, aku dan rahman. Kita tunggu jemputan yang bakalan nganterin ke pos pendakian selo. Akhirnya datang juga elf gajah yang gede banget, isinya 15 orang beserta kami berdua. Perjalanan kami lanjutkan mengisi perut dulu di soto rumput, denger namanya saya begidik “mosok rumput rek”, tapi ternyata ini enak banget. Ngga ada bedanya ama soto lamongan sih, isinya juga daging sapi, ayam atau jeroan, tapi kuahnya encer dan seger gitu hahaa.

Selesai makan lanjut perjalanan, tidur, ngemil, macet-macetan, ngemil,tidur dan terus aja gitu sampai ini selesai ditulis. Akhirnya kami sampai juga di kediaman pak nardi (kontak : +6281393121405) di daerah selo (saya sangat rekom dengan beliau ini, alhamdulillah kami puas sekali dengan pelayanan beliau). Beberapa perlengkapan yang kami tidak punya kami beli di warung milik beliau, macemnya banyak mulai dari gas, roti,telor, air, roti (lagi), kopi, roti (lagi), yang jelas disini tidak kami sia-siakan karena yakin sekali di atas sana nggak ada yang jual (ya kali ada yang jual).

“…tanpamu tak akan sama, tanpamu semua berbedaaa….kisahmu juga kisahku selalu bersama…” pas ngetik pas lagu nya nidji Diatas Awan.

“Oke done, yang lain gimana ? siap ?” bismillah kita berangkat pendakian. Masuk mobil satu-satu trus langsung ke base camp selo, beli tiket masuk, sambil nunggu pak nardi jemputin sisanya aku dan rahman sempet-sempetin foto dulu di sekitaran pintu masuk, pas cerah banget langitnya hari itu.

“Bismillah, ayok kumpul semua”, kemudian ada yang teriak “bentar-bentar” sambil bawa bungkusan bakso di tangan..hahaaa, btw di pintu masuk selo ada yang jualan (pentol) bakso. Ada dua yang jual tapi rekomended yang di bawah deket base camp karena pentolnya lebih empuk.

Setelah kami berkumpul, foto-foto sebentar, lalu berdoa. Jangan lupa untuk selalu berdoa, karena kita ngga bakalan tahu apa yang terjadi di atas sana. Karena doa juga yang akan membukakan jalan jodoh kami dengan merbabu kali ini.

Posisi sama seperti pendakian sebelumnya, bijak, akbar selalu jadi pembuka jalan di depan, ditengah dikawal fuad,dan mas dwi, sedangkan bagian sweeper di belakang ada aku, rahman dan egha (trio baper).

Perjalanan dari pintu masuk hingga pos 1, saya rasa adalah yang paling jauh. Sedangkan untuk pos 2, pos 2 (bayangan) dan pos 3 tidak terlalu jauh. Kami melangkahkan kaki pada pukul 14.17 WIB, dan sampai di pos 3 pada pukul 18.45.

Sepanjang perjalanan rasanya Tuhan memang mengijinkan kami berjodoh dengan merbabu. Suguhan alam yang kami saksikan membuat kami “baper” tak terkira. Entah sudah berapa kali kami menikmati senja sore itu sambil terus bersyukur. “ya Allah indah banget, semoga esok tetap Kau ijinkan kami menikmati keindahan ini”. Meskipun di sepanjang perjalanan ini ada yang mengalami kaki kram, untungnya bukan hati nya yang kram. Karena kalau hati nya yang kram, entah bagaimana dia akan menikmati perjalanan ini.

Sampailah kami di pos 3, setelah berdiskusi cukup lama dengan beberapa orang akhirnya kami putuskan untuk mendirikan tenda disini. Sebenernya alasannya adalah kami “njiper” lihat perjalanan ke sabana 1 yang mengerikan sekali tinggi nya, sehingga tenda kami dirikan disini.

Dari pos 3 ini, kami melihat pemandangan yang akan selalu terekam dalam memori kenangan kami. Pemandangan dan taburan bintang malam itu menancap erat sekali di hati kami masing-masing. Indah sekali ! rasanya meskipun angin begitu dingin, tapi kami betah untuk memandangi langit dan kota itu dari tempat ini. Malam itu begitu menenangkan bagi kami.

Blaarr…gosong..nasi percobaan kami bau gosong, ini gara-gara saya yang ngga belajar masak nasi lebih awal, jadi akhirnya malam ini kami makan nasi dengan sedikit bau gosong. Maafken saya ya gaes, hahaa. Selesai tenda berdiri dan makanan habis kami santap kami semua masuk tenda, istirahat semua ! nanti jam setengah 1 kita jalan summit ke puncak. “siap bos”…

Tak..tik..tuk…jam 02.00 WIB. “fiz, bangun fiz…”, suara akbar membangunkan kami di tenda. Seperti biasa orang yang paling molor di dalam tenda adalah saya, setelah membangunkan rahman, rute dan lutfi saya kembali masuk ke dalam sleeping bag. Karena dingin banget..haha by the way ini tips buat temen-temen yang harus bangun pagi banget.

  1. Waktu sudah bangun dan mata masih berat, usahakan buka pintu tenda sedikit. Hal ini akan membantu badan kita sedikit demi sedikit “mengenal” udara pagi.
  2. Gerak-gerak kan badan, inget badan ya bukan mulut !
  3. Jika dirasa sudah sedikit nyaman dan bisa menyesuaikan, keluar dari tenda untuk stretching ringan.

Oke persiapan summit sudah selesai, dan siap kami berangkat. Oia sebelum itu pendakian dari jalur selo ini tidak ada mata air ! jadi harus pinter hemat air, bagi berapa botol untuk masak, berapa botol untuk summit, dan berapa botol untuk turun kembali ke base camp. Jangan sampe kehabisan, ngga mau kan minum air k*encing sendiri ? oke lanjut

Karena cahaya masih gelap, jadi kami melanjutkan perjalanan ke puncak, awalnya tidak terasa berat. Dari pos 3, ke sabana 1 masih oke, sabana 2 masih oke. Nah dari sabana 2 ini menuju puncak yang menurutku agak berat. Disini saya hampir de-motivation alias kehilangan motivasi. Disini saya merasa ngga mungkin bisa sampai puncak ini, jalannya miring banget, lelah banget ! mana oksigen semakin menipis. Saya, rahman dan egha yang memang selalu berada di belakang, merasa lelah sekali, ngga sih buat rahman, saya saja yang merasa kesulitan karena memang badan yang seperti angka nol bersandingan ama angka delapan (08) nah keliatan kan bulet banget jadinya capek banget.

Pelan tapi pasti, keringat mengucur serius kalau saja saya tidak ikhlas dan tulus saya rasa tidak akan sampai di puncak. Dan satu lagi andaikan teman perjalananku bukan kalian, mungkin ini akan terasa berat !

Alhamdulillah sampai di puncak ! begitu sampai puncak, satu-satu tim saya salamin, entah dari mana perasaan ini yang jelas capek yang tadi saya alami hilang begitu saja. Saya percaya bukan puncaknya yang menjadikan diri ini semangat kembali, tapi keindahan ciptaan Nya yang membuat diri ini bangkit dan percaya bahwa setiap hal pasti akan indah tepat pada waktunya.

Saya pernah berkata kepada teman perjalanan saya, bahwa perjalanan pendakian gunung itu adalah perjalanan hati. Akan terasa melelahkan sekali jika berjalan bukan dengan orang yang mengerti kita, akan membosankan sekali jika berdampingan bukan dengan orang yang bisa menemani kita tidak hanya untuk tertawa tapi untuk bersama merasakan kelelahan.

Terimakasih untuk kalian semua, berusaha mengerti si gembul yang bulet ini. yang dengan jujur kukatakan kadang aku iri sama kalian. Langkah kalian cepat, badan kalian kuat menahan dingin, tawa kalian yang renyah dan hangat. Terimakasih atas perjalanan hati kali ini, indah sekali. Sampai bertemu di perjalanan berikutnya ya!

Diketik di kamar tidur yang berantakan belum unpacking keril

Kamar kosan, Jakarta yang penat

5 agustus 16


2 thoughts on “Hai Merbabu ! 3142 Mdpl

  1. Baca lagi (lagi) ((lagi))😀

    “Diketik di kamar tidur yang berantakan belum unpacking keril dan sambil baper”
    hahahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s