Soal waktu dan semua cerita yang mengikuti


kadang sebuah awal harus dimulai dengan air mata. Ngga semua sih, cuman sepertinya alur kisah seperti itu hanya ada di cerita sinetron ya. “Nak, jaga kesehatan disana ya..Meski jauh dari kami tetep jangan lupa sholat dan ngaji”.

Pesen yang selalu menjadi pengingat untuk diri saya ketika semangat mulai menurun di manapun saya berada. Bulan ini sepertinya akan banyak hal baru yang akan saya kerjakan. Pekerjaan baru, “kerjaan” baru, mulai perhatian sama si poci, kejar deadline tayang, kejar deadline untuk rilis, dan mulai untuk membuka kelopak mata kembali.

Kembali ke jakarta sebenarnya tidak menjadi pilihan utama saya. Namun, menjadi pribadi lebih baik disana dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya harus mulai ditata kembali. Saya hampir saja membuat banyak sekali status alay di facebook, path dan media sosial lainnya. Tapi saya pikir kenapa tidak saya tuliskan saja di blog yang tidak begitu jelek ini.

Pengembalian ke jakarta menandakan sebuah peraduan yang belum tuntas untuk saya kerjakan. Seperti ada hutang yang menunggu untuk diselesaikan. Meski saya harus akui, berada 2 bulan dirumah adalah hal yang sangat nyaman. Semua itu menjadi hal yang selalu saya rindukan sejak 2,5 tahun yang lalu saat kaki pertama kali melangkah di jakarta. Saya bisa bantu ibu memasak di dapur kecil kami yang letaknya di pojok rumah dengan halaman pohon anggur yang sedang merambat naik, atau membantu ayah mengangkut perabotan rumah sebagai pemanis rumah impian mereka di ujung kota. Menghabiskan waktu bersama mereka sangat menyenangkan, dan saya sangat berharap sekali tidak lama bekerja di tempat jauh seperti ini. Bukan tidak mensyukuri saat ini, namun bekerja menjadi owner dari bisnis yang dirintis sendiri itu jauh lebih menyenangkan.

Cukup panjang apa yang saya tuliskan disini, saya hanya ingin berbagi dengan semua nya. Untuk kalian yang entah ada dimanapun, merantau di tempat se asing pun, atau berada di pelosok dengan akses komunikasi yang sangat terbatas, jangan lupa untuk menghubungi orang tua kalian. Seperti apapun kalian, jangan pernah lupa tidak ada jasa orang tua selama kalian hidup yang dapat kalian balas bahkan dengan gundukan emas segunung yang melumpah ruah. Mendengar kabar dari kalian menjadi kecukupan mereka untuk tersenyum sepanjang waktu. Selamat menata hati kembali, jangan pisahkan kepingan mozaik ibu dan ayah dari dalam hidupmu.

Di ketik di atas kursi kereta sembrani, perjalanan menuju jakarta
Ini akan menjadi perjalanan yang menganggumkan
07/02/16 – KA. Sembrani


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s