antara emang motor yang kenceng atau kebelet


Entah niatnya memang buru-buru atau sekedar karena tak ingin kalah dari orang lain, rata-rata orang Jakarta menghabiskan 10 detik terakhir dari waktunya menunggu counter time untuk menggeber gas nya. Ngerasa gak ?? brum..brum..brum.

Sangking semangatnya, kadang mereka lupa klo motor yang dipake ngeluarin asep yang luar bisa tebel nya. Padahal ya, asap dari motor itu mengandung kandungan gas yang berbahaya (baca ini) dan tidak baik untuk kesehatan (baca ini).

Sebenernya dalam tulisan ini saya tidak terlalu menyoroti asap kendaraan bermotor. Namun yang ingin saya bahas adalah ketidaksabaran orang-orang saat menunggu counter time di lampu merah itu. Seharusnya 60 detik bahkan ada yang 120 detik itu sebenernya cukup kan buat bersabar sampai lampu hijau benar-benar menyala sebelum kita menggeber motor kita.

Kebanyakan dari kita nih (terutama) di Jakarta, lampu masih berwarna oranye saja sudah buru-buru digeber. Seakan takut ada yang ketinggalan,atau seperti orang yang maaf (kebelet). Bukan kenapa sih sebenernya, cuman kadang di barisan kendaraan persimpangan depan masih belum kosong. Kawatirnya hal ini bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas (ini kajian nya).

Saya heran sebenernya, kebanyakan orang-orang mengapa tidak sabar ketika menunggu timer counter nya sampai pada angka 0 sebelum beranjak jalan. Bayangkan apabila ada orang yang sedang berjalan menyebrang melalui zebra cross, dan ternyata timer counter sudah angka 0 dan orang itu belum mencapai batas sebrang nya. Mau nggak mau orang itu akan lari karena melihat banyak kendaraan bermotor yang sudah maju sambil menggeber motornya, atau mungkin jalan persimpangan di depannya masih macet dengan kendaraan bermotor dari arah lain, mau nggak mau klo kendaraan bermotor dari arah berlawanan sudah maju bisa menjadi penyebab macet.

Kita semua kadang lupa, dan merasa sedikit egois. Menganggap waktu ini sudah menjadi giliran kita untuk maju, dan mengabaikan banyak pengguna jalan yang lain. Kadang kita cukup tidak bijaksana, menghargai pejalan kaki yang melintas. Kadang kita juga lupa kalau tugas pak polisi kita abaikan. Ayolah, kita perbaiki cara berkendara kita di jalan. Anggap saja ini kita lakukan bukan untuk diri kita, tapi untuk Istri, Anak, Orang tua, Sahabat, Pacar, dan orang-orang yang selalu menunggu kehadiran kita di rumah.

https://hilariusdarman.files.wordpress.com/2010/07/jakarta-macet1.jpg?w=600&h=332
tuh kan..(gambar dari https://hilariusdarman.files.wordpress.com)

Ingat :

  • Timer counter bukan media untuk ajang balapan, seperti di sirkuit balap
  • lampu merah,kuning, hijau (traffic light) bukan hanya lampu biasa yang seenaknya kita abaikan
  • tolong hargai pak polisi yang mengatur lampu lalu lintas di jalan
  • jangan sia-siakan nyawa kamu, keluarga mu menanti di rumah, kos, kontrakan kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s