Lebaran 1436H dan Jaga Tempat ini Selalu Asri ya


Libur hari besar memang sangat menyenangkan untuk digunakan berkumpul bersama keluarga. Dan lebaran tahun ini adalah lebaran tahun ketiga semenjak aku bekerja di Jakarta. huft, penatnya ibu kota dan objek wisata yang agak jauh terkadang menjadikan penuh dan sesak nya kota Jakarta semakin terasa menghimpit. Mungkin hal ini yang menjadikan kami semua orang-orang perantauan rindu buat pulang ke kampung halaman. Lebaran kali ini di sponsori oleh Citilink sebagai maskapai yang terpilih untuk menghantarkan saya pulang ke kampung, pulang ke Kota Tuban di malam sahur terakhir di Ramadhan 1436H. ah, nikmat sekali memang ya bersantap sahur bersama keluarga, meski menu nya sederhana tapi tetep nikmat dirasakan. Sahur selesai saat nya tidur, mungkin karena lelahnya perjalanan jadi santap sahur dengan makan berat (nasi dkk) bablas saja ditabrak untuk tidur.

Menikmati waktu dirumah memang selalu bisa menjadi obat bagi saya, dan menjadi pemacu saya untuk dapat selalu berbuat yang baik. Memang ya momen lebaran itu waktu yang pas untuk berkumpul bareng keluarga, tahun ini keluarga besar berkumpul di Tuban. Saya heran tumben-tumbenan pada ngumpul di Tuban, karena udah puluhan tahun selalu saya dan keluarga yang di Tuban yang mengunjungi keluarga yang lain. Ternyata usut punya usut Ibu yang mengajak mereka berkumpul di Tuban dan dibumbui dengan “ayok ke Tuban aja, ada tempat wisata baru”. Naahh, anyway menyenangkan sih memang kalau lagi kumpul keluarga ya🙂

Aku bertanya “memangnya tempat wisata baru di Tuban apa ya?”,aku kira itu tempat wisata goa karena memang Tuban dikenal sebagai Kota Seribu Goa, tapi ternyata tempat wisata itu adalah Pantai. Woooww, ada pantai baru di tuban ? dan keren lagi namanya Pantai Pasir Putih.

Pantai Pasir Putih ini terletak di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban Jawa timur. Sekilas daerah sekitar pantai ini memang kurang fasilitas dan minim sekali maaf “WC”. Jalan menuju ke pantai pasir putih juga masih belum aspal, masih jalan tanah merah khas desa banget. Sebenarnya asik perjalanannya, tapi karena hari libur dan banyak banget pengunjung yang datang jalanan ini terasa berdebu sekali. Perjalanan menuju pantai ini cukup mudah, dari terminal baru Tuban lurus saja ke arah barat ke arah Kec Jenu, sampai menemukan Koramil Jenu, nah dari situ ikuti arah persimpangan ke kanan dan ikuti jalur jalan perkampungan yang ada hingga bertemu arah ke pantai, kurang lebih perajalan dari Koramil sekitar 15-20 menit.

Karena masih minimnya fasilitas di lokasi ini, cari parkir untuk kendaraan yang waktu itu ramai sekali memang agak susah. Sampai di lokasi beberapa dari kami memesan es kelapa, karena memang panas sekali di tepian pantai ini. Aghrr, saya penasaran mana sih pantai yang katanya punya pasir warna putih ini. Saya keliling menyusuri tepian pantai permukaan tanah masih biasa, sampai benar saya menemukan apa yang dikatakan, pantai pasir berwarna putih. Sekilas saya perhatikan pasir pantai berwarna putih ini terdiri dari campuran pasir, kerikil dan pecahan karang. Tenang, ga sakit ko di kaki masih terasa nyaman lah untuk berjalan di pantai ini. Memang indah sekali, saya tak pernah membayangkan Kota Tuban yang selama ini terkenal karena Goa dan Wisata Religi nya memiliki pantai seindah ini.

Panorama Photo
Panorama Photo

Di pantai ini ombak nya cukup besar jadi berhati-hati ya buat yang bermain air, di pantai ini tidak di ijinkan untuk snorkeling, tapi aku lihat ada potensi untuk surfing ke depan. Semoga pemkab Tuban memperindah dan mampu menjual pantai ini untuk tujuan wisata Kota Tuban. Yap, Main-main di pantai sudah, ngebakar diri agak iteman udah, minum es kelapa udah saatnya untuk pulang.

Jpeg
Pas ga Ombaknya

Nah ini dia awal masalah dan terasa betul kurangnya pemerintah untuk turun tangan dalam pengelolaan wisata baru di Tuban ini. Jalanan kampung yang hanya bisa dilewati satu mobil, dijejalkan oleh penjaga parkir untuk masuk sehingga macet di tengah jalan berembet hingga panjang sekali,mobil arah keluar yang hendak keluar tempat wisata berdesakan dengan mobil yang hendak masuk. Benar-benar padat dan panas sekali. Kami harus menunggu waktu sekitar hampir 2 jam 30 menit untuk dapat keluar dan terurainya kemacetan ini. Memang sih, bukan mau menyalahkan pemerintah, cuman memang sepertinya kelas ekonomi masyarakat Tuban yang mulai meningkat menyebabkan banyaknya kendaraan terutama mobil begitu banyak. Ya, semoga harapannya kedepan dapat diperbaiki lagi melihat potensi wisata yang sangat besar dari pantai ini. Perluasan akses jalan, petunjuk arah menuju kawasan pantai, kamar mandi, tempat berteduh, dan mungkin peluang untuk membuka kemungkinan kegiatan surfing di pantai ini bisa dikaji.

Sekali lagi lebaran berkumpul bersama keluarga adalah hal yang jangan dilewatkan ! (titik)

Jpeg
Mantap Sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s