Sertifikasi dan Ujian CGI (Certificate in General Insurance) oleh AAMAI Jakarta


Buat rekan-rekan yang akan dan berencana untuk mengambil sertifikasi dan ujian CGI (Certificate in General Insurance), dibawah ini ada informasi mengenai ujian tes CGI yang diselenggaran oleh AAMAI (Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia). Informasi ini saya copy paste dari blog Nirwana Fauziah, berikut :

Bertempat di kampus STEKPI Jakarta yang saat ini berubah menjadi kampus TRILOGI saya pun mengikuti tes sertifikasi. Ada yang tahu tentang sertifikasi? Seperti Ujian Nasional yang diikuti oleh seluruh siswa Indonesia atau ujian CPNS yang diikuti oleh beribu-ribu orang? Lebih tepatnya sertifikasi bagi orang-orang yang memilikki keahlian khusus atau profesi. Ya, seperti sertifikasi guru maupun akutansi, saya mengikuti ujian sertifikasi asuransi. Tujuannya? Tujuannya untuk mendapatkan gelar profesi sebagai ajun ahli asuransi Indonesia. Mantep gak tuh?

Saya yang bekerja di bidang asuransi (PT. Jasa Raharja) pun mau tidak mau harus mengikuti ujian ini. Paling tidak menambah kompetensi dan gelar kita nantinya jika lulus ujian tersebut. Namun untuk mendapat gelar yang terdiri dari lima angka (Nirwana Fauziah, S.Pd, AAAIK) tersebut tidaklah mudah. Saya harus mengikuti beberapa tahap ujian terlebih dahulu. Mulai dari pengantar prinsip asuransi, pengantar hukum asuransi, dan seterusnya sampai kita ujian AAAIK.

Hari Senin tepatnya tanggal 16 Juni kemarin bertempat di kampus Trilogi saya mengikuti ujian Certificate GENARAL Insurance atau yang biasa disebut CGI. Lokasi ujian pun tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia bukan hanya di Jakarta saja. Namun, karena saya lebih paham jalan dan daerah Jakarta saya pun memilih ujian di kota ini bukan di Bandung yang menjadi wilayah kerja saya.

Delapan bulan setelah kuliah dan tidak memegang buku pelajaran selama bekerja membuat hati saya dag dig dug saat menghadapi tes tersebut. Perasaan hati takut jika otak yang sudah tidak pernah dipakai dalam mengerjakan soal tes akademik seperti itu sudah berkurang memorinya (read : lebay). Saya pun tak henti berdoa agar dimudahkan oleh Allah SWT. Karena saya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan belajar dari modul yang diberikan oleh LSP AAMAI dari pagi hingga petang. Jadi ya tinggal mengandalkan doa dalam mengahdapi 50 soal yang ada.

Sebelum saya memasuki ruang kelas ujian, saya pun menghampiri petugas AAMAI yang berjaga di depan tangga untuk registrasi dan mendapatkan nomor ujian. Ruang 402 nomor 19 yang berarti saya harus segera memasuki ruang tersebut yang berada di lantai empat dengan menaiki tangga. Lalu pikiran jahat saya muncul dan berbisik ‘Katanya kampus bagus ko ga ada lift untuk ke lantai 4’ dan akhirnya saya pun sampai menaikki satu per satu anak tangga.

Saat memasuki ruangan, udara sejuk menyegat alias dingin langsung menyelimuti kulit. Saya pun yang tidak kuat dengan udara seperti itu memberanikan diri untuk duduk di depan pintu ruangan dengan membawa pulpen dan buku. Detik demi detik saya belajar dan tak sadar bahwa setiap orang yang lewat selalu bertanya pada saya dimana lokasi ruangan mereka. Saya pun menyadari kalau merreka pasti mengira saya ini panitia karena duduk di depan pintu ruangan.

Waktu pun menunjukkan pukul 09.00. saya pun bergegas masuk ruangan dengan hati yang ikhlas menghadapi segala ujian yang diberikan LSP AAMAI. Ujian pun dimulai dengan soal yang tidak boleh dibuka sebelum panitia menyuruh untuk membuka soal layaknya ujian-ujian Psikotes untuk mendapatkan pekerjaan. Setelah bel berbunyi maka ujian pun dimulai, satu per satu soal saya kerjakan dengan muka serius (harusnya otak yang serius). 15 menit berlalu dan tereeengg saya mengerjakan nomor 30 dan merasa heran dengan banyaknya soal yang hanya 30. Saya pun bertanya kepada pengawas apa benar soal yang ada hanya 30 karena di lembar jawaban terdapat 50 soal. Pengawas pun membenarkan pertanyaan saya. “Horeeeee” Ucap saya dalam hati dengan waktu ujian hanya 15 menit.

Saya pun sudah selesai mengerjakannya dan waktu yang tersisa masih 45 menit. Saya mulai mengoreksi ulang jawaban yang sudah saya pilih tersebut. Setelah merasa yakin akhirnya saya memberanikan diri untuk keluar dari ruangan.

Adapun jenis soal yang diberikan yaitu pilihan ganda dengan contoh seperti ini :
1. Dalam kaitan dengan konsep risiko, parameter yang menunjukkan tingkat risiko berdasarkan seberapa parah dampak yang dapat ditimbulkan jika suatu risiko terjadi disebut :
a. Hazard
b. peril
c. frequency
d. severity

2.Dalam kaitan dengan konsep risiko, berikut adalah contoh physical hazard dalam asuransi harta benda, kecuali :
a. bahan rangka bangunan
b. lokasi bangunan
c. warna dinding bangunan
d. jaringan kelistrikan bangunan

Demikian contoh soal pada sektor asuransi kerugian. Segala sesuatu akan mudah dilewati jika kita yakin mampu untuk melewatinya. Saya yang sedang menunggu pengumuman lulus ujian CGI dan berharap dapat melanjutkan ke tahap berikutnya sampai mendapat gelar ajun ahli asuransi Indonesia.Semoga bermanfaat.

 


6 thoughts on “Sertifikasi dan Ujian CGI (Certificate in General Insurance) oleh AAMAI Jakarta

  1. Halo mas, trims buat infonya tentang ujian cgi😀 saya mahasiswa jurusan adm asuransi mau tanya mas untuk biaya dan thapan lebih lanjut sampai dapat gelar aaaik itu gimana ya mas? Trims before

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s