SAAT AKU MENIKMATI INDONESIA DENGAN CARAKU


 

“ada beberapa hal yang bisa menyatukan kita #bencana, #dangdut, #bola dan #malaysia”. Status twitter yang saya publish pada tanggal 21 november 2011 setelah melihat laga pertandingan sepak bola sea games yang mempertemukan antara Indonesia dan Malaysia. Aroma pertandingan final menelusup ke dalam perkampungan-perkampungan negeri ini, tidak hanya itu hingga pusat perkotaan pun gelak tawa dan semangat masyarakat negeri ini menggelora menikmati perhelatan yang membara entah karena memang sedang melawan malaysia atau memang sedang menikmati euforia adu laga final sea games cabang sepakbola.

Tim nasional indonesia (garuda muda) memang mendapatkan kekalahannya pada malam hari itu, drama adu penalti seolah ingin menunjukkan bahwa anak-anak asuhan Rahmat Darmawan memang pantas untuk dibanggakan. Namun, terlepas dari itu rasanya benar bahwa memang sepak bola selalu dapat menyatukan hati rakyat indonesia, dimanapun ia berada dan saat apapun kondisi yang terjadi tetap ketika garuda terbang mengelilingi lapangan semua mata,semangat, gelak tawa, dan kehangatan akan tampak begitu erat mempertemukan seluruh masyarakat negeri ini. Mengapa demikian ? bagi yang pernah berada di gelora bung karno (GBK) saat menyaksikan pertandingan tim nasional melawan negara lain akan mengetahui mengapa sepak bola dapat menyatukan rakyat negeri ini.

Pertandingan sepak bola memang belum dimulai, namun gelak tawa dan semangat begitu terasa terpancar menyeluruh di bangku-bangku penonton di GBK. Saling kenal dengan samping kanan-kiri bukanlah hal yang dapat membedakan. Biarpun ada suporter dari jakmania, persebaya, arema, ataupun dari persipura sekalipun semua ditanggalkan demi garuda. Sepak bola memang selalu dapat menyatukan setiap individu di negeri ini, walaupun dengan berbagai alasan yang mungkin dapat menjadi tembok untuk menolak semua kesatuan yang sekilas melebur ketika itu. Inilah yang terkadang membuat saya merasa bahwa negeri ini dengan segala keterbatasannya masih mampu menyisipkan gelak tawa dan semangat persatuannya dalam sepak bola.

Saya memang bukan penggemar sepak bola yang addict, namun ketika tim nasional sedang bertanding bisa dipastikan saya akan hanyut menikmatinya bersama orang-orang di warung kopi, ataupun terkadang dengan keluarga, bahkan akhir-akhir ini sangat sering dengan teman-teman seangkatan di perkuliahan di laboratorium kampus dengan LCD yang kami sambungkan dengan TV tuner. Sedikit perjuangan kami orang-orang yang tak dapat langsung menonton dan memberikan dukungan bagi timnas, tapi bagi kami dapat menonton timnas saat sedang bertanding adalah sebuah kebanggan bagi kami.

Forza INDONESIA !!!

Baru kemarin turun dari gunung arjuno, dan saya melihat indahnya INDONESIA dari puncak bukit jalur lincing. Mengapa bisa ? kebun teh yang berjejer menghijau meneramkan mata ini untuk bersyukur mengenai indahnya negeri ini. Saya memang baru pertama kali menginjakkan kaki di gunung, kami (saya dan 13 orang lainnya) begitu tertegun melihat indahnya pagi, siang, sore, malam negeri ini dari dataran tinggi kami berdiri.

Mungkin telah banyak orang yang pernah mendaki gunung, menikmati indahnya negeri ini dengan caranya masing-masing, termasuk naik gunung. Begitupun dengan saya, menikmati indahnya negeri ini dari puncak arjuno untuk pertama kalinya. Dari tempat inilah kami belajar bagaimana kita akan senantiasa berusaha untuk mencintai indonesia. Mulai dari hal kecil yang kami lakukan, membersihkan setiap sisa-sisa kotoran di sepanjang perjalanan kami, dan membakarnya di sekitar tempat camp kami, ini kami lakukan dengan tujuan untuk ikut menjaga kelestarian gunung ini. (cerita tentang arjuno dan pergulatan waktu nya akan menyusul😀)

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk turut serta dalam mencintai INDONESIA, banyak pula kegiatan yang dapat kita pilih untuk turut andil mencintai negeri ini. Negeri ini sangat tersohor akan keramahannya, tak elak saya pun takjub ketika suatu waktu saya berkunjung ke kampung halaman ayahanda saya di madura.

Kampung halaman ini mengajarkan saya tentang bagaimana paras orang INDONESIA yang sebenarnya. Ada senyum,ada keramahan, ada sapaan, ada ‘unggah-ungguh’,dan lain-lain. Apa yang membuat saya tersentak, adalah ketika saya melihat seorang nenek yang sudah berumur sekitar 80 tahun tersenyum kepada saya ketika saya lewat di depannya. Meskipun saya sudah menunduk permisi ketika lewat di depan beliau, namun beliau tetap tersenyum kepada saya bahkan menyapa saya terlebih dahulu “mau kemana nak”, saya tertegun, dalam hati saya hanya dapat menggumam ‘INI LO INDONESIA, NEGERI KU’. Budaya ketimuran yang  masih sangat kuat membekas dalam hati saya. Kejadian ini sungguh mengajarkan kepada saya tentang bagaimana sikap ketimuran yang kita miliki ini haruslah dapat kita jaga selamanya, sekali lagi inilah cara saya mencintai INDONESIA, saya coba untuk lakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan nenek tersebut kepada saya, ya sikap ramah kepada siapapun. Inilah yang membuat saya betah untuk terus berada di negeri ini.

Masih banyak hal yang saya lakukan sebagai cara saya mencintai negeri ini, beberapa diantaranya adalah mulai dari bagaimana saya menikmati setiap pertandingan timnas garuda ketika negeri ini sedang berhadapan dengan negara ataupun klub lainnya, naik ke gunung dan ikut menjaga kelestariannya, serta menjaga dan ikut melakukan sikap ketimuran yang telah menjadi pegangan mendasar bagi setiap masyarakat negeri ini.  inilah sedikit cara saya dalam mencintai INDONESIA, masih banyak hal hebat yang juga dilakukan masing-masing orang di negeri ini, namun akan sangat merugi jika kita sendiri tidak dapat ikut andil dan turut serta untuk mencari cara mencintai negeri ini, dengan cara kita.

-ahmad taufiqul hafizh-

inilah caraku mencintai indonesia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s