berbagi . . .


Ya Robb..Mengapa aku merasa resah? Mungkin dikarenakan begitu kotornya hati ini. Mengapa aku sulit untuk istiqomah?Mungkin dikarenakan bengkoknya niat dihati.Mengapa aku cepat merasa lelah?mungkin dikarenakan miskinya keikhlasan dalam diri .Mengapa aku mudah merasa putus asa?Mungkin dikarenakan kaburnya keyakinan pada Ilahi.Mengapa aku senang marah-marah?Mungkin dikarenakan sedikitnya rasa kasih sayang pada sendiri. Robb,bantu hamba untuk menyapu bersih kotoran hati,Meluruskan niat dalam diri, Menumbuhkan keihklasan, meneguhkan keimanan.karena sungguh aku merasa semakin jauh dariMu.

Allah ‘Azza wajalla berfirman (dalam hadits Qudsi): “Apabila Aku menginginkan untuk menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim maka Aku jadikan hatinya khusyuk dan lidahnya banyak berzikir. Tubuhnya sabar dalam menghadapi penderitaan dan Aku jodohkan dia dengan seorang isteri mukminah yang menyenangkannya bila ia memandangnya, dapat menjaga kehormatan dirinya, dan memelihara harta suaminya bila suaminya sedang tidak bersamanya”.(HR. Ath-Thahawi)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah.” Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku.” Kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (Qs Az-Zumar 38)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Az Zumar 53)

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Al-Fushilat 30)

“Robbana atmim lanaa nuuronaa wagfirlanaa. Innaka alaa’ kulli syay’in Qodir.” Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS At Tahrim 8)

“Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyatina qurotta a’yunin waj’alnaa lil muttaqina imamaa” Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS Al-Furqan 25)

“Rabbij’alni muqimashsolati wa min dzurriyati, Rabbana Wataqabbal du’aa.” Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (QS Ibrahim 40)

Kawan, Seandainya Dakwah bisa tegak dengan seorang diri, tak perlu Musa mengajak Harun, tak Perlu Rasulullah SAW mengajak Abu Bakar Berhijrah. Meskipun Seorang pengemban Dakwah adalah seorang yang alim, tetap saja ia lemah dan akan selalu membutuhkan Saudaranya.. Kita bukanlah siapa-siapa bila tujuan kita mencari selain NYA..

Sabda beliau: “Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api. Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan itu. Ada yang berkata,’Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh di antara mereka?” Rasululah saw. menjawab,”Bahkan lima puluh orang di antara kalian (para shahabat).” (HR. Abu Dawud, dengan sanad hasan)

Taujjih Hari Ini:

Ketika Kerjamu tak dihargai, maka saat itu kau belajar tentang ketulusan.

Ketika usahamu dinilai tak penting, maka saat itu kau belajar tentang keikhlasan.

Ketika hatimu terluka dalam, maka saat itu kau belajar tentang memaafkan.

Ketika kau merasa lelah dan kecewa, maka saat itu kau belajar tentang kesungguhan.

Ketika kau merasa sepi sendiri, maka saat itu kau belajar tentang ketangguhan.

Belajarlah untuk memahami dan menghargai orang lain, maka saat itu kau belajar tentang mendewasakan diri.

**terimakasih buat yang telah menuliskan tulisan ini, saya tidak tahu pasti siapa yang menuliskan tulisan ini. tulisan ini bukan tulisan saya. saya hanya ingin berbagi dengan seluruh pembaca mengenai tulisan yang indah ini🙂


2 thoughts on “berbagi . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s