Kisah sebuah pensil


sebuah cerita yang dapat direnungkan untuk kita, mengenai sebuah pensil

Pensil, sejak kecil kita mengenal barang itu dan menggunakannya . barang itu  udah akrab dan tidak asing lagi bagi kita dan seluruh lapisan masyarakat, dari  ang kaya hingga yang miskin, seluruh manusia mengenalnya, tetapi pernahkah kita merenungkannya ? Ternyata , pensil itu memberikan gambaran dan makna yang luar biasa tentang hidup ini, hidup orang  beriman….. coba sejenak marilah kita memberikan waktu secara khusus merenungkan PENSIL bagi hidup manusia dengan segala dinamikanya, secara khusus bagi hidup iman kita….

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “ nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya ? atau tentang aku ? ” . mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “ sebenernya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai .” “ nenek harap kamu bakal suka pensil ini ketika kamu besar nanti “ ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.” Tapi nek seppertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “ itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini “. “ pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalo kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu dalam hidup ini “. Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil

kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan tuhan, tuhan akan selalu membimbing kita menurut kehendaknya”.

kualitas kedua, dalam proses menulis , nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamnnya kembali. Begitu juga dengan kamu. Dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”

kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata – kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalhan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luaranya, tetapi arang yang ada di dalm sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati hati dan menyadari hal hal di dalam dirimu .

kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda / goresan . seperti juga kamu , kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan atau kesan . oleh karena itu selalulah hati – hati dan sadar terhadap semua tindakan .”

Bagaimanakah diriku ?

Sudahkah aku berani menempatkan diri sebagai sebtang pensil di tangan Sang Pencipta, Sang Pelukis agung ? sehingga pensil memberikan gambar dan coretan yang indah, jelas terbaca di tengah dunia yang serba tidak menentu ini ? ataukah……

Adapatasi dari buku “ like the flowing river “ by Paulo Coelho


4 thoughts on “Kisah sebuah pensil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s